1 Pengeluaran Air Susu Ibu (ASI) a. Pengertian Pengeluaran ASI ASI adalah suatu emulsi lemak dalam larutan protein, laktose dan garam-garam organik yang disekresi oleh kedua belah kelenjar payudara ibu, sebagai makanan utama bagi bayi. 21 Pengeluaran Air Susu Ibu adalah pengeluaran air susu dari payudara ibu AsiEksklusif. dr. Hj. Tiangsa Sembiring, M.Ked (Ped), Sp.A (K) - RSUP H. Adam Malik Medan. Berdasarkan penelitian Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), angka ibu yang pernah menyusui anak di Indonesia sudah tinggi, yaitu 90%, namun yang memberikan secara eksklusif selama 6 bulan masih rendah sebesar 20%. Pemberian ASI direkomendasikan sampai KenaliRadang Kelenjar Susu, Gejala dan Cara Mengobatinya. Radang kelenjar susu bisa diatasi dengan beberapa cara, mengubah posisi menyusui hingga mengonsumsi daun kubis secara alami. Radang kelenjar susu sering kali dikeluhkan oleh banyak perempuan. Dalam bahasa medis, kondisi ini disebut sebagai mastitis, yakni peradangan jaringan payudara Sistemkami menemukan 25 jawaban utk pertanyaan TTS pengeluaran susu dari kelenjar susu menyusui. Kami mengumpulkan soal dan jawaban dari TTS (Teka Teki Silang) populer yang biasa muncul di koran Kompas, Jawa Pos, koran Tempo, dll. Kami memiliki database lebih dari 122 ribu. Proses keluarnya Air Susu Ibu (ASI) sangat dipengaruhi oleh banyak faktor. Menurut dokter spesialis anak dan konselor laktasi dr. Jeanne-Roos Tikoalu, Sp.A, IBCLC, unsur yang sangat berpengaruh dalam produksi ASI adalah hormonal yaitu prolaktin dan oksitosin.. Hormon prolaktin berperan dalam proses produksi ASI. Hormon ini diproduksi oleh kelenjar pituitari, berada di dalam otak ASI(Air Susu Ibu) adalah air susu yang dihasilkan oleh kelenjar susu yang di produksi di payudara wanita selama proses kehamilan. ASI adalah nutrisi yang sempurna untuk bayi karena memiliki kandungan yang lengkap yang mendukung pertumbuhan bayi. Susu yang keluar pada awal sesi menyusui (dikenal sebagai foremilk) memiliki kandungan laktosa . Anatomi kelenjar payudara terbagi menjadi dua bagian yaitu anatomi bagian luar dan anatomi bagian dalam. Setiap bagian dari kelenjar payudara memiliki peran dalam pemberian air susu ibu ASI untuk bayi. Pada wanita yang sudah memasuki masa pubertas, payudara akan membesar dan lebih menonjol. Sementara pada pria, bentuk payudara tidak banyak berubah setelah pubertas, walau sebagian pria mungkin akan mengalami pertumbuhan rambut di dada dan payudaranya. Anatomi Kelenjar Payudara Anatomi payudara terbilang cukup kompleks. Meski ukuran dan bentuk payudara pada setiap wanita bervariasi, bagian tubuh yang satu ini tersusun oleh struktur yang sama. Berdasarkan letaknya, anatomi kelenjar payudara terbagi menjadi dua bagian, yaitu Anatomi payudara bagian luar Anatomi payudara bagian luar terdiri atas Areola Areola merupakan area melingkar di bagian tengah payudara yang berwarna lebih gelap dibandingkan warna kulit di sekitarnya. Selama dan setelah masa kehamilan, diameter areola bisa membesar dan terkadang terlihat lebih gelap. Puting Puting merupakan bagian payudara yang berbentuk bulat, kecil, dan menonjol di bagian tengah areola. Ukuran dan bentuk puting payudara bervariasi pada setiap wanita dan pria. Namun, secara umum, puting payudara wanita berukuran lebih besar dan lebih padat dibandingkan puting payudara pria. Hal ini karena puting payudara wanita memiliki beberapa celah yang memungkinkan ASI mengalir keluar dari kelenjar susu ketika hendak menyusui. Kelenjar Montgomery Kelenjar Montgomery berbentuk menyerupai benjolan kecil dan berada di sekitar puting dan areola. Kelenjar ini berfungsi untuk menghasilkan minyak alami kulit yang dapat melumasi dan melembapkan puting susu serta areola. Minyak tersebut juga berfungsi untuk melindungi kulit payudara dari infeksi kuman. Anatomi payudara bagian dalam Anatomi bagian dalam payudara terdiri atas Lobus dan lobulus Payudara wanita normalnya memiliki sekitar 15 hingga 20 lobus. Setiap lobus terdiri atas bagian-bagian kecil yang disebut lobulus. Lobulus atau kelenjar payudara merupakan tempat ASI dihasilkan. Berbeda dengan kelenjar payudara wanita, kelenjar payudara pada pria tidak memiliki lobulus, sehingga tidak bisa menghasilkan ASI. Duktus saluran ASI Lobulus pada kelenjar payudara terhubung dengan saluran ASI atau duktus mamari. Saat menyusui, ASI yang diproduksi oleh lobulus akan mengalir melalui saluran tersebut dan bermuara di puting. Kelenjar dan pembuluh limfa Hampir di setiap bagian tubuh terdapat kelenjar dan pembuluh getah bening yang berfungsi untuk menghasilkan dan membawa cairan getah bening limfa, tak terkecuali payudara. Cairan limfa pada payudara dihasilkan oleh kelenjar getah bening yang terletak di ketiak, bagian atas tulang selangka, dan dada. Cairan getah bening tersebut mengandung sel-sel pembentuk kekebalan tubuh yang berfungsi untuk membantu tubuh melawan infeksi. Jaringan lemak Payudara berisi jaringan lemak yang berfungsi untuk membantu jaringan ikat dan penyambung payudara dalam menyangga dan menopang struktur payudara. Semakin banyak jaringan lemak pada payudara, semakin besar ukuran payudara seseorang. Selain itu, payudara juga terdiri dari pembuluh darah dan saraf. Pembuluh darah berfungsi untuk mengalirkan oksigen dan nutrisi ke kelenjar payudara, sedangkan saraf memungkinkan payudara untuk merasakan sensasi dan menunjang proses menyusui. Jenis-Jenis Gangguan Kelenjar Payudara Ada beberapa jenis gangguan atau penyakit yang dapat menyerang kelenjar payudara, di antaranya Kanker payudara. Tumor jinak payudara, seperti papiloma intraductal, fibroadenoma, tumor sel granular, dan tumor filodes payudara. Kista payudara. Mastitis. Kalsifikasi payudara. Ektasia duktus penyumbatan saluran ASI. Ginekomastia atau pembesaran payudara pada pria. Gangguan pada kelenjar payudara tersebut dapat menimbulkan beberapa keluhan, seperti muncul benjolan atau pembengkakan pada payudara, payudara terasa nyeri, puting tertarik ke dalam payudara, ukuran payudara berubah, hingga keluarnya cairan atau darah dari payudara. Untuk menentukan gangguan yang menimpa kelenjar payudara dan faktor penyebabnya, perlu dilakukan pemeriksaan oleh dokter. Dalam menentukan diagnosis dan mencari tahu penyebabnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang berupa tes darah, mammografi, USG dan CT scan payudara, serta biopsi. Cara Menjaga Kesehatan Payudara Salah satu cara agar kelainan payudara dapat segera terdeteksi adalah dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri SADARI secara rutin setiap bulan, tepatnya 7-10 hari setelah menstruasi. Jika mendapati adanya perubahan pada ukuran atau bentuk payudara, Anda disarankan untuk memeriksakan keluhan tersebut ke dokter. Wanita yang berusia di atas 45 tahun juga disarankan untuk melakukan pemeriksaan payudara berkala breast check up secara rutin ke dokter setiap 2 tahun sekali. Kesehatan payudara dapat dijaga dengan mengenakan bra yang dapat menopang payudara dengan baik, namun tidak terlalu ketat, serta menjalani pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bernutrisi, berolahraga secara teratur, menjaga berat badan ideal, tidak banyak mengonsumsi minuman beralkohol, dan tidak merokok. Jika Anda merasakan adanya benjolan, nyeri, atau menemukan kejanggalan pada kelenjar payudara Anda, segeralah periksakan ke dokter. Setelah pemeriksaan dilakukan, dokter akan menentukan penyebab gangguan pada payudara Anda dan memberikan penanganan yang tepat. Apa yang harus saya lakukan jika air susu keluar dari payudara? Hal pertama yang dapat Anda lakukan jika terdapat cairan keluar dari payudara Anda saat Anda sedang tidak hamil adalah tidak lagi merangsang payudara Anda dalam bentuk apapun. Jangan lagi menyentuh atau meremas puting Anda, jangam melakukan rangsangan seksual pada payudara Anda, dan hindari memakai pakaian ketat. Anda sebaiknya juga mengubah pola makan Anda menjadi lebih sehat dan melakukan olahraga teratur. Jika Anda sudah melakukan hal seperti di atas, namun galaktorea yang Anda alami tak kunjung berhenti, mungkin hal ini disebabkan oleh alasan lain, seperti penggunaan obat atau penyakit lain. Sebaiknya segera periksakan ke dokter Anda untuk mengetahui penyebabnya dan mendapat penanganan dari dokter. Jika galaktorea disebabkan oleh efek samping obat, mungkin dokter akan melakukan perubahan pada pengobatan Anda. Jika galaktorea terjadi karena penyakit, dokter akan meresepkan Anda obat. Kapan sebaiknya saya periksakan ke dokter? Galaktorea yang terjadi akibat rangsangan pada puting yang berlebihan saat aktivitas seksual mungkin tidak berbahaya. Meskipun galaktorea mungkin tidak berbahaya, tetapi dapat berbahaya jika terus-menerus terjadi atau mungkin merupakan tanda dari penyakit lain yang lebih berbahaya. Untuk itu, sebaiknya segera periksakan ke dokter Anda jika galaktorea terus mengganggu Anda dan Anda merasa ini bukan sesuatu yang normal terjadi pada Anda. Beberapa hal tidak normal yang dapat terjadi dan harus segera mendapat penanganan dari dokter adalah jika Setelah melahirkan, Bunda pasti ingin segera memberikan air susu ibu ASI kepada sang buah hati. Akan tetapi, ASI tidak dapat keluar dengan lancar dan jumlahnya hanya sedikit. Kebanyakan Bunda merasa khawatir lantaran takut tidak bisa memberikan asupan nutrisi untuk sang buah hati yang baru lahir. Tenang ya, Bun, Bunda tidak perlu merasa khawatir karena hal tersebut adalah kapan air susu ibu keluar setelah melahirkan? Air susu ibu umumnya akan keluar dengan lancar tiga hari setelah persalinan. Tidak jarang Bunda yang bertanya-tanya kapan air susu ibu keluar pada akhirnya memberikan susu formula terlebih dahulu karena merasa takut ASI tidak keluar. Jangan terburu-buru memberikan susu formula, Bun, karena ASI akan keluar secara bertahap. Agar Bunda dapat memahami tahapannya dan tidak bertanya-tanya kapan air susu ibu keluar, Bunda bisa menyimak informasi berikut Perubahan ASISetelah melahirkan, Bunda mungkin bertanya-tanya mengapa produksi ASI hanya sedikit, kapan air susu ibu keluar, dan terdapat berbagai pertanyaan lainnya mengenai ASI yang membuat Bunda Bunda telah melewati masa persalinan, ASI memang tidak langsung keluar dengan melimpah seperti yang diharapkan. Jadi, kapan air susu ibu keluar? Terdapat tahapan perubahan ASI, mulai dari setelah melahirkan hingga ASI matang. Tahapan tersebut adalah sebagai berikut Kolostrum Sekitar 2 – 4 hari setelah melahirkan, Bunda akan memproduksi kolostrum yang dikenal juga sebagai premilk. Kolostrum memiliki tekstur yang lengket, kental, dan berwarna kekuningan. Cairan ini berfungsi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, serta melindungi si kecil dari infeksi dan alergi karena terkandung konsentrat nutrisi, serta antibodi pada kolostrum. ASI Transisi Setelah kolostrum, cairan akan berubah menjadi ASI transisi. Seperti namanya, ASI transisi merupakan tahapan peralihan menuju ASI matur atau ASI matang. ASI peralihan memiliki kandungan protein dan vitamin yang tinggi. Selain itu, kandungan lemak pada ASI transisi lebih tinggi dibandingkan dengan kolostrum. ASI Matang Menjelang akhir minggu kedua pasca melahirkan, Bunda akan mulai memproduksi ASI matang. ASI matang memiliki kandungan protein, karbohidrat, dan lemak yang dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang si kecil. Selain itu, ASI matang juga mengandung laktosa yang memberikan rasa manis pada ASI sehingga bayi akan sangat menyukainya karena bayi menyukai rasa 2 jenis ASI matur yaitu foremilk dan hindmilk. Foremilk memiliki kandungan air yang tinggi dan lemak yang rendah, foremilk merupakan ASI yang ideal untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Secara perlahan, foremilk akan berubah menjadi lebih berlemak, saat itulah hindmilk muncul. Terdapat kandungan kalori dan nutrisi yang tinggi yang akan membuat bayi tahapan perubahan ASI untuk menjawab pertanyaan mengenai kapan air susu ibu keluar yang seringkali membuat Bunda Bunda sudah rutin menyusui, Bunda memerlukan berbagai perlengkapan untuk mendukung kegiatan menyusui, terutama perlangkapan untuk menyusui di luar rumah atau di tempat umum. Salah satu perlengkapan menyusui yang wajib dimiliki adalah nursing cover atau yang biasa disebut dengan apron sedang berada di tempat umum dan sang buah hati tiba-tiba menangis kelaparan, Bunda tidak perlu repot-repot lagi. Tinggal mengenakan apron menyusui dan Bunda sudah bisa menyusui dengan Bunda membutuhkan apron menyusui dengan desain yang stylish, Bunda bisa menggunakan apron ibu menyusui dari Gabag. Radang kelenjar susu biasanya dialami oleh ibu menyusui dan ditandai dengan bengkak kemerahan yang terasa nyeri pada salah satu payudara. Jika tidak mendapat penanganan, radang kelenjar susu dapat menimbulkan komplikasi berupa abses payudara. Radang kelenjar susu mastitis terjadi ketika jaringan payudara mengalami peradangan atau pembengkakan. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh infeksi karena penumpukan ASI di payudara atau luka pada kulit di sekitar puting dan payudara. Meskipun lebih banyak dialami oleh ibu menyusui, radang kelenjar susu bisa terjadi pada siapa saja, termasuk pria dan wanita yang sedang tidak menyusui. Penyebab Radang Kelenjar Susu Penyebab utama radang kelenjar susu pada ibu menyusui adalah penumpukan ASI dalam payudara stasis ASI. Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan stasis ASI, antara lain Teknik pelekatan bayi saat menyusui yang tidak tepat Penggunaan bra ketat yang membatasi aliran ASI Pengeluaran atau pengosongan ASI yang tidak dilakukan secara teratur Cedera dan luka pada payudara Selain stasis ASI, radang kelenjar susu pada ibu menyusui juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri. Bakteri ini umumnya berasal dari mulut bayi dan masuk melalui celah di puting susu. Radang kelenjar susu pada ibu menyusui kerap terjadi pada 6–12 minggu pertama setelah melahirkan. Sementara pada pria dan wanita yang sedang tidak menyusui, radang kelenjar payudara periductal mastitis dapat terjadi jika mengalami beberapa kondisi berikut ini Pernah mengalami radang kelenjar susu sebelumnya karena menyusui Memasang implan payudara Eksim Diabetes Tindik puting Memiliki luka akibat mencabut atau mencukur bulu dada Merokok Perokok lebih rentan terkena radang kelenjar susu karena zat beracun dalam asap rokok diketahui dapat merusak jaringan payudara. Kondisi ini membuat saluran susu menebal dan puting payudara terbalik hingga mengeluarkan cairan. Gejala Radang Kelenjar Susu Radang kelenjar susu biasanya hanya terjadi pada salah satu payudara. Gejalanya kerap muncul secara tiba-tiba dengan tanda-tanda seperti Payudara bengkak Benjolan payudara Payudara sakit dan hangat saat disentuh Nyeri atau sensasi terbakar, baik secara terus-menerus maupun hanya saat menyusui Kulit sekitar payudara berwarna kemerahan Keluar cairan putih atau bercak darah dari puting susu Orang yang mengalami radang kelenjar susu juga mungkin akan merasakan gejala menyerupai flu, seperti demam, nyeri badan, menggigil, dan kelelahan. Penanganan Radang Kelenjar Susu Radang kelenjar susu yang terdiagnosis oleh dokter sejak awal relatif lebih mudah untuk diobati. Dokter akan meresepkan antibiotik untuk mengobati infeksi bakteri dan pereda nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen. Penyembuhan radang kelenjar susu bisa memakan waktu 10–21 hari. Selama masa penyembuhan ini, Anda tetap diperbolehkan untuk menyusui bayi. Menyusui bayi bahkan dipercaya dapat membantu mengobati infeksi, sedangkan menyapih bayi secara tiba-tiba justru akan memperburuk gejala radang kelenjar susu. Selain mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan oleh dokter, ada beberapa cara rumahan yang dapat membantu meredakan nyeri dan peradangan pada kelenjar susu, seperti Melakukan kompres hangat di payudara yang terasa sakit atau mandi air hangat Mengonsumsi banyak cairan Istirahat yang cukup Menyusui setiap dua jam sekali atau lebih sering, untuk memperlacar proses pengosongan ASI Menyusui pada sisi payudara yang sakit terlebih dahulu saat bayi Anda merasa lapar Memvariasikan posisi menyusui bayi Memijat payudara yang sakit secara lembut dengan gerakan melingkar, dimulai dari bagian luar menuju arah puting Mengenakan bra dan pakaian yang tidak terlalu ketat Jika tidak diobati, radang kelenjar susu dapat memicu terbentuknya abses payudara. Untuk mengobati kondisi ini dibutuhkan pembedahan atau penyedotan nanah dengan jarum. Meskipun jarang terjadi, radang kelenjar susu bisa menjadi gejala kanker payudara. Oleh karena itu, Anda disarankan untuk berkonsultasi ke dokter jika merasakan gejala radang kelenjar susu yang tidak membaik dalam waktu 24 jam, guna memastikan penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang sesuai. Breast milk is a nutritional choice with the best quality and quantity for newborns. Lack of milk intake in infants can cause malnutrition. Most of the infant mortality in the world is caused by malnutrition. Postpartum mothers in Indonesia experience many problems with milk production. Several factors affect breast milk production; one of the most important is the food consumed by postpartum mothers. Indonesia is a tropical country, so there are many types of plants or fruits that can help increase milk production and levels of the hormone prolactin. Plants that increase milk production include soybeans. The research design used in this study was quasi-experimental with a one-group pretest-posttest design. The sample for this study was all postpartum mothers who met the inclusion criteria, which included as many as 15 people. Purposive sampling was used in this study. Data analysis used the Wilcoxon signed-rank test. The results showed that most respondents were in the working area of PMB Diana Tamdem Hilir Pasar and experienced an increase in milk production after being given soy milk, with fairly smooth milk production of 14 people 93%. The results of the different tests with a p-value = indicate that there is a difference in milk production before and after giving soy milk extract. In conclusion, consuming soybean milk is very effective as an alternative for postpartum mothers who have a large amount of milk production and can increase the exclusive breastfeeding program Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free Jurnal Keperawatan Priority, Vol 6, No. 1, Januari 2023 ISSN 2614-4719 12 PEMBERIAN SUSU SARI KACANG KEDELAI KEPADA IBU NIFAS TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI Rauda Rauda1, Leli Diana Sari Harahap2 1,2 Institut Kesehatan Helvetia, Medan, Indonesia Email raudasiregar90 ABSTRACT Breast milk is a nutritional choice with the best quality and quantity for newborns. Lack of milk intake in infants can cause malnutrition. Most of the infant mortality in the world is caused by malnutrition. Postpartum mothers in Indonesia experience many problems with milk production. Several factors affect breast milk production; one of the most important is the food consumed by postpartum mothers. Indonesia is a tropical country, so there are many types of plants or fruits that can help increase milk production and levels of the hormone prolactin. Plants that increase milk production include soybeans. The research design used in this study was quasi-experimental with a one-group pretest-posttest design. The sample for this study was all postpartum mothers who met the inclusion criteria, which included as many as 15 people. Purposive sampling was used in this study. Data analysis used the Wilcoxon signed-rank test. The results showed that most respondents were in the working area of PMB Diana Tamdem Hilir Pasar and experienced an increase in milk production after being given soy milk, with fairly smooth milk production of 14 people 93%. The results of the different tests with a p-value = indicate that there is a difference in milk production before and after giving soy milk extract. In conclusion, consuming soybean milk is very effective as an alternative for postpartum mothers who have a large amount of milk production and can increase the exclusive breastfeeding program. Keywords breast milk, postpartum mothers, soybeans PENDAHULUAN ASI merupakan pilihan nutrisi terbaik pada bayi baru lahir Erick, 2018 . Nutrisi memiliki kualitas dengan kuantitas yang terbaik bagi bayi. ASI mengandung kebutuhan energi dan zat yang dibutuhkan selama enam bulan pertama kehidupan bayi Winarni et al., 2020. Asupan pada ASI mencakup beberapa aspek diantaranya dari segi gizi, imunologis, psikologis dan ekonomis Erick, 2018. United Nations Children's Fund UNICEF dan World Health Organization WHO merekomendasikan sebaiknya bayi hanya mengkonsumsi ASI selama paling sedikit 6 bulan Juliani & Nurrahmaton, 2021. Kekurangan asupan ASI pada bayi dapat menyebabkan malnutrisi. Angka kematian balita AKB didunia sebesar 58% disebabkan oleh malnutrisi. Pemberian ASI Eksklusif selama 6 bulan dapat menurunkan AKB sebesar 13% Girsang et al., 2021. Menurut WHO salah satu target dalam meningkatkan kesehatan bayi pada tahun 2025 dengan pemberian ASI eksklusif dengan target minimal sebesar 50%. Pemberian ASI Jurnal Keperawatan Priority, Vol 6, No. 1, Januari 2023 ISSN 2614-4719 13 eksklusif di Afrika Tengah sebesar 25%, Amerika Latin dan Karibia sebesar 32%, Asia Timur sebesar 30%, Asia Selatan sebesar 47%, dan negara berkembang sebesar 46%. Secara keseluruhan, kurang dari 40 persen anak di bawah usia enam bulan diberi ASI Eksklusif Juliani & Nurrahmaton, 2021. Menurut Data Nasional tahun 2020 menyebutkan bahwa ibu yang mengalami gangguan produksi ASI atau ASI tidak lancar sebesar 67% dari seluruh ibu menyusui Rahmawati & Saidah, 2020. Data Riskesdas tahun 2018 yang menyatakan bahwa proporsi pola pemberian ASI pada bayi umur 0-5 bulan di Indonesia sebanyak 37,3%, ASI ekslusif, 9,3% ASI parsial dan 3,3% ASI predominan Kementerian Kesehatan RI, 2018. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian ASI di Indonesia masih jauh dari target yang ditentukan secara global. Ibu nifas sering mengalami kendala dalam pemberian ASI. Salah satunya adalah produksi ASI yang tidak lancar. Hal ini yang menyebabkan rendahnya cakupan pemberian enam bulan pertama kehidupan bayi Winarni et al., 2020 Masa peralihan ASI dari kolostrum sampai menjadi ASI yang matur. Disekresi dari hari ke-4 sampai hari ke-10 dari masa laktasi. Menurut penelitian Puspitasari 2018 yang menyatakan bahwa ibu postpartum mengalami masalah dalam pemberian ASI diantaranya pengeluaran ASI belum lancar sebesar 42,5%. Beberapa faktor yang mempengaruhi pengeluaran ASI di antaranya makanan yang dikonsumsi ibu nifas Hardiani, 2017. Faktor makanan ibu yang mempengaruhi produksi ASI karena kebutuhan kalori ibu perhari harus terdiri dari 60-70% karbohidrat, 10-20% protein, dan 20-30% lemak. Kalori dari makanan yang dikonsumsi ibu dalam sehari Saraung et al., 2017. Beberapa peneliti di Indonesia telah mengembangkan berbagai tanaman atau buah yang dapat membantu produksi ASI, kadar hormon prolaktin atau dengan penambahan berat badan bayi. Tanaman penambah produksi ASI diantaranya jus daun papaya, ekstrak daun katuk, melon dan kacang kedelai Winarni et al., 2020. Kacang kedelai mengandung protein lengkap bermutu tinggi terbanyak dibandingkan dengan tumbuhan lainnya. Juliani & Nurrahmaton, 2021. Nilai gizi kacang kedelai setara dengan susu sapi dan lebih tinggi dibandingkan dengan daging sapi. Selain kandungan diatas, didalam Kacang kedelai terdapat vitamin B1, B2, B3, B5, B6 dan K. kadar zat besi pada Kacang kedelai hamper setara dengan kandungan zat besi dalam 4 ons dada ayam panggang Juliani & Nurrahmaton, 2021. Susu kedelai merupakan minuman olahan yang dibuat dari sari pati kacang kedelai Jurnal Keperawatan Priority, Vol 6, No. 1, Januari 2023 ISSN 2614-4719 14 memiliki banyak kandungan gizi dan manfaat. Isoflavon atau hormone ephytoestrogen yang doproduksi secara alami oleh tubuh dan bias membantu kelenjar susu ibu menyusui agar memproduksi ASI lebih banyak Girsang et al., 2021. Menurut penelitian Girsang et al. 2021 yang menyatakan bahwa susu kedelai dapat meningkatkan produksi ASI pada ibu postpartum. Hal ini dikarenakan kandungan dari kacang-kacangan mampu mengoptimalkan pengeluaran ASI serta kepekatan warna ASI pada ibu menyusu. Menurut Juliani dan Nurrahmaton 2021 yang menyatakan bahwa kepatuhan dalam mengkonsumsi kacang kedelai muda secara teratur efektif dapat meningkatkan jumlah produksi ASI. Penelitian Winarni et al. 2020. menyatakan bahwa pemberian jus kacang kedelai dan melon sebanyak 200 ml selama 7 hari, dapat membantu peningkatan produksi ASI pada ibu sebesar 56,75 ml. Hasil studi Utami et al. 2017. sebelumnya telah dikembangkan minuman formula bergizi berbasis bahan makanan lokal non-susu yang berasal dari kacang-kacangan. minuman formula tersebut mempunyai daya penerimaan yang baik dan mengandung nilai gizi sesuai kebutuhan Tujuan dari penelitian untuk menganalisis pemberian susu sari kacang kedelai kepada ibu nifas terhadap peningkatan produksi ASI di wilayah kerja PMB Diana Tamdem Hilir Pasar. METODE Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasy experimental dengan rancangan one group pretest-postest design Creswell, 2017. Lokasi penelitian ini dilakukan di wilayah kerja PMB Diana Tamdem Hilir Pasar 1 sebanyak 15 ibu nifas yang memenuhi kriteria inklusi dan tidak termasuk kedalam kriteria eksklusi. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Kriteria inklusi sampel diantaranya adalah ibu nifas 4 hari, tidak sedang mengkonsumsi obat atau susu pelancar ASI. Kriteria Eksklusi diantaranya ibu nifas yang memiliki masalah terhadap payudara seperti bendungan ASI, mastitis dan abses payudara, ibu nifas yang tidak menyelesaikan intervensi dan meningkatkan produksi ASI dengan farmakologis. Pada penelitian ini, ibu nifas yang sesuai dengan kriteria inklusi, memberikan penjelasan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan penelitian seperti tujuan, prosedur penelitian, dan teknik penelitian pada responden. Mengisi informed consent, Sebelum diberikan intervensi subjek dilakukan pemeriksaan pretest dengan memberikan Jurnal Keperawatan Priority, Vol 6, No. 1, Januari 2023 ISSN 2614-4719 15 pertayaan tertutup sebanyak 9 butir yang diisi oleh subjek. Pada penelitian ini diberikan intervensi dengan pemberian susu sari kacang kedelai sebanyak 250 ml, peneliti mengantar susu sari kacang kedelai setiap hari selama 7 hari. Setelah selesai, diberikan posttest pertayaan dan teknik yang sama dengan pretest. Peneliti membuat grup di WhatsApp dan memantau kepatuhan ibu mengkonsumsi susu sari kacang kedelai setiap hari dengan menggunakan lembar observasi kegiatan konsumsi susu sari kacang kedelai. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini antara lain Analisis perbedaan nilai pretest dan posttest terhadap masing–masing variabel. Dilakukan analisis data menggunakan uji Wilcoxon karena data tidak berdistribusi normal. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Karakteristik subjek penelitian data akan disajikan pada tabel berikut Tabel 1. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Tabel 1 menunjukkan sebagian besar responden di di wilayah kerja PMB Diana Tamdem Hilir Pasar 1 berumur antara 20-35 tahun sebanyak 60% dan memiliki jumlah kehamilan Gravida yaitu multigravida sebanyak 53,3%. Analisis peningkatan skor produksi ASI pretest dan posttest bertujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu nifas. Adapun peningkatan skor akan disajikan pada tabel berikut Tabel 2. Klasifikasi Produksi ASI Sebelum konsumsi susu kedelai Sesudah konsumsi susu kedelai Jurnal Keperawatan Priority, Vol 6, No. 1, Januari 2023 ISSN 2614-4719 16 Berdasarkan Tabel 2 diketahui bahwa sebelum diberikan intervensi susu kedelai sebagian besar responden memiliki produksi ASI kurang lancar sebanyak 14 orang 93%, Sesudah diberikan susu kedelai terjadi peningkatan produksi ASI terhadap responden dengan sebagian besar produksi asi cukup lancar sebanyak 14 orang 93%. Hasil uji beda dengan nilai p-value 0,001 < 0,05 menunjukkan ada perbedaan produksi ASI sebelum dan setelah pemberian sari susu kedelai. Pembahasan Hasil analisis pada penelitian ini menunjukkan bahwa ibu nifas dengan mengkonsumsi sari susu kacang kedelai berpengaruh terhadap peningkatan produksi ASI. Data menunjukkan bahwa usia ibu nifas sebagian besar berusia 20 -35 orang sebanyak 60%. Menurut penelitian Naziroh 2017 menyatakan bahwa usia ibu nifas berpengaruh terhadap kelancaran ASI Ibu nifas yang lebih muda lebih banyak memproduksi ASI, sebab usia lebih dari 20 masa produksi sangat baik dan mendukung dalam pemberian ASI. Hal ini didukung pernyataan Biancuzzo bahwa ibu yang lebih muda dengan usia kurang dari 30 tahun lebih banyak memproduksi ASI dari pada ibu-ibu yang lebih tua. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ibu nifas sebagian besar memiliki jumlah kehamilan yaitu multigravida sebanyak 53,3% dengan mayoritas jumlah kehamilan 3 kali. Menurut Bonuck menyatakan bahwa produksi ASI pada ibu multipara lebih banyak dibandingkan dengan ibu primipara pada hari ke empat postpartum, tetapi setelah pola menyusui dapat dibangun dengan baik maka tidak terjadi perbedaan yang signifikan antara ibu primipara dengan multipara Subekti & Faidah, 2019. Paritas berpengaruh terhadap kelancaran ASI karena hal ini disebabkan karena ibu mempunyai pengalaman dari proses menyusui sebelumnya. Ibu yang melahirkan lebih dari satu kali memiliki pengetahuan dan pengalaman yang lebih tentang menyusui bila dibandingkan dengan ibu yang baru pernah melahirkan sekali Rahmawati & Saidah, 2020 Status gizi 27,429 kali lipat lebih besar pengaruhnya daripada paritas dalam kelancaran produksi ASI Rahmawati & Saidah, 2020. Beberapa kasus ibu postpartum mengalami ketidakcukupan nutrisi yang berdampak terhadap bayi dan mengalami tingkat mikronutrien yang tidak memadai terhadap kesehatan bayi. Kadar vitamin B12 terbukti berkorelasi dengan pola makan ibu, dengan konsentrasi dalam susu ibu vegetarian dibandingkan dengan ibu omnivore. Konsentrasi vitamin K dan vitamin D dalam ASI ditemukan tidak mencukupi, sehingga harus ditambahkan Jurnal Keperawatan Priority, Vol 6, No. 1, Januari 2023 ISSN 2614-4719 17 untuk diet bayi tepat setelah lahir Golan & Assaraf, 2020. Hasil analisis data menunjukkan bahwa sebelum diberikan susu sari kacang kedelai sebagian besar ibu nifas mengalami pengeluaran ASI tidak lancar. Hal disebabkan ibu nifas mengalami kendala dalam pemberian ASI yaitu produksi ASI keluarnya sedikit saat menyusui dan hisapan bayi berkurang. Setelah ibu nifas mengkonsumsi sari susu kacang kedelai selama 7 hari produksi ASI meningkat. Hal ini sesuai dengan penelitian Puspitasari 2018, menyimpulkan bahwa pemberian susu kedelai berpengaruh positif terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu nifas. Ibu nifas yang mengkonsumsi susu kedelai mengalami peningkatan ASI sangat lancar. Hal ini disebabkan kandungan dari kacang-kacangan mampu membantu proses pertumbuhan janin pada ibu hamil serta mampu mengoptimalkan pengeluaran serta kepekatan warna ASI pada ibu menyusui. Asupan gizi pada ibu menyusui amat erat ikatannya dengan produksi air susu. ASI jelas amat dibutuhkan oleh bayi agar tumbuh kembang bayi normal dan baik adanya. Kebutuhan kalori ibu yang menyusui harus proporsional. Kebutuhan kalori selama menyusui harus setara dengan jumlah air susu ibu yang dihasilkan. Kalori itu juga harus lebih tinggi jumlahnya selama ibu menyusui dibanding selama ibu sedang hamil Juliani & Nurrahmaton, 2021. Menurut asumsi peneliti terdapat pengaruh pemberian susu kedelai terhadap produksi ASI pada ibu nifas dikarenakan susu kedelai yang mengandung banyak gizi baik bagi ibu dan disajikan dalam keadaan hangat dan rasanya enak. Hal ini memudahkan ibu dalam mengkonsumsi susu kedelai tersebut dan membantu dalam mengkomsumsi produksi ASI ibu. Selain itu, pada penelitian ini juga menemukan bahwa dengan mengkonsumsi sari susu kacang kedelai sangatlah efektif untuk menjadi alternatif ibu postpartum yang memiliki jumlah produksi ASI yang sedikit, sehingga dengan dikonsumsinya sari susu kacang kedelai jumlah produksi ASI semakin meningkat. Dan sangat bagus juga diterapkan oleh setiap ibu postpartum yang ingin memberikan ASI ekslusif. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dapat di ambil kesimpulan sebagai berikut Didapatkan hasil mayoritas responden di wilayah kerja PMB Diana Tamdem Hilir Pasar 1 mengalami peningkatan produksi ASI sesudah diberikan susu kedelai selama 7 hari dengan produksi asi cukup lancar Jurnal Keperawatan Priority, Vol 6, No. 1, Januari 2023 ISSN 2614-4719 18 sebanyak 14 orang 93% dan Ibu nifas melaksanakan program ASI ekslusif. Saran Pada penelitian ini meneliti susu sari kacang kedelai pada ibu nifas diharapkan kepada peneliti selanjutnya melakukan penelitian dengan variabel yang lain yaitu jumlah kenaikan ASI setelah mengkonsumsi kacang kedelai dan dilakukan perbandingan. DAFTAR PUSTAKA Creswell J. W. 2017. Research design Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Sage publications. Erick, M. 2018. Breast milk is conditionally perfect. Medical Hypotheses, 111, 82–89. Girsang, D. M., Manurung, J., Maria Ginting, W., & Husna, N. 2021. Pengaruh pemberian susu kedelai terhadap peningkatan produksi asi pada ibu menyusui di desa Mangga Dua Dusun III Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai. Jurnal Kesmas Dan Gizi Jkg, 32, 261–264. Golan, Y., & Assaraf, Y. G. 2020. Genetic and physiological factors affecting human milk production and composition. Nutrients, 125. MDPI AG. Hardiani, R. S. 2017. Status paritas dan pekerjaan ibu terhadap pengeluaran ASI pada ibu menyusui 0-6 Bulan. NurseLine Journal, 21, 44–51. Juliani, S., & Nurrahmaton. 2021. Kacang kedelai muda untuk kelancaran ASI. Midwifery Journal, 12, 79–85. Kementerian Kesehatan RI. 2018. Info DATIN Pusat Data san Informasi Kementrian RI. Kementerian Kesehatan RI, 1–7. Naziroh, U. 2017. Pengaruh pijat oksitosin pada pengeluaran ASI pada primipara. Skripsi. STIKES insan cendikia medikia Jombang. Puspitasari, E. 2018. Pengaruh pemberian susu kedelai terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu nifas di Rb Bina Sehat Bantul. Jurnal Kebidanan, 71, 54. Rahmawati, S. D., & Saidah, H. 2020. Hubungan antara status gizi dan paritas dengan kelancaran produksi asi pada ibu post partum di Wilayah Kerja Puskesmas Cipanas Kabupaten Garut. Jurnal Nusantara Medika, 51, 55–63. Ratih S., & Faidah. D. A. 2019. Analisis faktor yang berhubungan dengan kelancaran pengeluaran ASI pada ibu postpartum normal. Seminar Nasional “Pengembangan Sumberdaya Menuju Masyarakat Madani Berkearifan LOkal” LPPM-Universitas Muhammadiyah., ISBN 978-. Saraung, M. W., Rompas, S., & Bataha, Y. B. 2017. Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan produksi asi pada ibu postpartum di Puskesmas Ranotana Weru. Jurnal Keperawatan, 52, 1–8. Utami, N. W., Majid, T. H., Marhaeni, D., & Herawati, D. 2017. Pemberian minuman formula kacang merah, kacang tanah, dan kacang kedelai terhadap status gizi ibu hamil kurang energi kronis KEK. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 141, 1–9. Winarni, L. M., Wibisono, A. Y. G., & Veronica, S. 2020. Pemberian jus kacang kedelai dan melon terhadap peningkatan produksi asi dan berat badan bayi di Puskesmas Tigaraksa. Jurnal Menara Medika, 31, 40–45. Verawaty Fitrinelda SilabanInggriani Friska BidayaSafdamai Yana LoiABSTRAK Pendahuluan Air Susu Ibu ASI adalah makanan yang paling di rekomendasikan untuk bayi, karena ASI memiliki banyak manfaat. ASI diberikan kepada bayi usia 0-6 bulan atau ASI esklusif .WHO dan UNICEF menyatakan bahwa untuk mencapai status kesehatan ibu dan anak yang optimal, semua ibu post partum harus dapat memberikan ASI kepada bayi berusia 0-6 dalam penelitian ini yaitu untuk Menganalisis pengaruh pemberian susu kedelai terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu post partum di klinik permata mariana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif dengan rancangan Eksperimen Semu Quasi eksperiment. Penelitian ini menggunakan penelitian One Group Pre Test dan Post Test tanpa kelompok kontrol, untuk mengetahui efek dari sebelum dan sesudah pemberian perlakuan. Kelompok subjek di observasi sebelum dilakukan intervensi kemudian di observasi lagi setelah dilakukan intervensi satu kelompok. Pada penelitian ini pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner, Hasil Uji statistik tahap pengujian hipotesis menggunakan SPSS dengan uji pengukuran yang menunjukan bahwa setelah diberikan susu kedelai dilakukan uji wilcoxon didaptkan nilai Z sebesar dengan nilai p value = 0,000, dimana p value = < a 0,05 maka terdapat pengaruh pemberian susu kedelai terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu post partum. Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan oleh peneliti dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian susu kedelai terjadap peningkatan produksi ASI pada ibu post partum diklinik pratama mariana medan . Kata Kunci Susu Kedelai, Produksi ASI, Ibu Post Partum. ABSTRACT Mother's milk is the most recommended food for babies, because breast milk has many benefits. Breastfeeding is given to babies aged 0-6 months or exclusive breastfeeding. WHO and UNICEF stated that in order to achieve optimal maternal and child health status, all post partum mothers must be able to provide breast milk to babies aged 0-6 months. The aim of this study was to Analyzing the effect of giving soy milk to increasing milk production in post partum mothers at Klinik Permata Mariana. The method used in this research is quantitative with quasi-experimental design. This study used the One Group Pre Test and Post Test without a control group, to determine the effect of before and after treatment. The subject group was observed before the intervention was carried out and then observed again after the intervention of one group. In this study, data was collected using a questionnaire sheet, statistical test results for the hypothesis testing stage using SPSS with the Wilcoxon test. The measurement results showed that after being given soy milk, the Wilcoxon test obtained a Z value of -5,916 with a p value = where p value =

pengeluaran susu dari kelenjar susu menyusui tts