Bumi gonjang-ganjing, langit berhias kilat dan guntur, angin ribut dan hujan bergemuruh di bumi, tapi Ken Arok tetap khusyuk di bawah timbunan semak belukar. Lalu, tibalah saat Dewa Guru berkata, “Ketahuilah dewa semua, adalah anakku, seorang manusia yang lahir dari Pangkur, itulah yang memperkokoh Tanah Jawa.”
Yesaya 24:19. Bumi remuk redam, w bumi hancur luluh x bumi goncang-gancing. Bumi luluh lantak, bumi hancur lebur, bumi berguncang luar biasa. Bahwa bumi itu berpecah-pecah! bumipun berbelah-belah, bumipun bergoncang dan bergempalah! Bumi retak, remuk dan goyah. Bumi hancur luluh, bumi remuk redam, bumi gonjang ganjing.
Kalau di Pedalangan Suluk : diartikan sebagai nyanyian puitis seorang dalang melukiskan suasana, misal ooong, bumi gonjang-ganjing langit kelap-kelap katon,
ADEGAN 11 Bumi Gonjang-Ganjing Langit Kelap-Kelap Katon Ee.. Bt.Narada Weladalah galenjong galenjong pak pak pong waru doyong kanggo kendat ngewong. Bareng dedel soko kawah candradimuka ,lah kok waduh kulite murub koyo tembogo.
1 pos dipublikasikan oleh bosangjay selama May 2008. Bumi gonjang-ganjing, Langit kelap kelip ….. Sang Dalang berkomat-kamit sambil mengeluarkan Wayang Gunungan ke atas layar, dipinggiran para pemain gamelan nampak bersiap-siap, sedangkan para sinden tampak duduk bersimpuh dan tampak siap untuk mulai.
Pelita-pelita kecil dinyalakan. Kelap-kelip di kejauhan membuktikan di Dukuh Paruk yang sunyi ada kehidupan manusia. Bulan yang lonjong hampir mencapai puncak langit. Cahayanya membuat bayangan temaram di atas tanah kapur Dukuh Paruk. Kehadirannya di angkasa tidak terhalang awan. Langit bening. Udara kemarau makin malam makin dingin.
.
bumi gonjang ganjing langit kelap suluk